Selasa, 24 November 2009

Hadits Suami - Istri

Wanita dimata islam adalah sosok ciptaan Allah yang dimuliakan. Sejak masa-masa awal kebangkitannya, wanita telah diangkat dari perlakuan yang sangat rendah menjadi berharkat. Wanita itu begitu berharga, dan terjaga. Suami merupakan nahkoda kapal yang siap membawa rumah tangganya dan memimpinnya menuju kebaikan yang hakiki, yang membuat bahtera rumah tangga menjadi rumah tangga yang sakinah mawahdah wa rahmah. Akan tetapi tak bisa dipungkiri lagi, badai genderang gejolak rumah tangga ada dan tak terhindarkan, semua tergantung bagaimana sang suami dan Istri menjalaninya. Namun apabila dalam hari-harinya dipupuk dengan rasa saling kasih antara keduanya niscaya badai sedahsyat apapun akan bisa dilewati oleh nahkoda dan awak kapalnya.
Suami-Istri melaksanakan shalat malam bersama
Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun pada malam hari lalu mendirikan shalat dan membangunkan istrinya, jika istrinya menolak, maka dia memercikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun pada malam hari lalu mendirikan shalat dan membangunkan suaminya, jika sang suami menolak, maka dia memercikkan air ke wajahnya.
(HR Abu Daud dan Nasa’I, dengan sanad hasan)
Doa Istri untuk Suami
Diriwayatkan oleh Aisyah r.a., dia berkata, “Apabila Rasulullah saw hendak berbaring tiur, beliau meniup kedua tangannya dan membaca al-Mu’awwidzat (yakni, surah al-Falaq dan an-Naas) dan Qul Huwallaahu Ahad. Lalu mengusapkan kedua tangannya ke wajah dan sekujur tubuhnya. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali. Ketika sakit aku disuruh melakukan hal itu untuk beliau.”
(HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Abu Daud)
Mendoakan Pasangan Suami-Istri
Diriwayatkan oleh Hasan al-Bashri rahimahullah, dia berkata bahwa Uqail bin Abi Thalib radiallah hu’anhu menikahi seorang wanita dari Bani Jusyam. Lalu orang-orang mengucapkan, “semoga sejahtera dan mendapatkan keturunan laki-laki” (yakni mereka hanya menyebutkan keturunan laki-laki, karena dahulu orang-orang jahiliyah tidak menyukai anak perempuan)
Uqail menukas, Ucapkanlah sebagaimana doa Rasulullah saw: “Baarakallaahu fiikum, wa baaraka ‘alaikum” (‘semoga Allah memberkahi kalian dan memberikan keberkahan atas usaha kalian’)
(HR Nasa’I dengan sanad hasan)
Mengungkapkan perasaan Cinta
Diriwayatkan oleh Amr bin Ash radiallahhu’anhu, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw,’siapakah orang yang paling engkau cintai?’
Beliau menjawab, ‘Aisyah’
Aku bertanya lagi,’kalau dari golongan laki-laki?’
Beliau menjawab, ‘Ayahnya’
Akupun bertanya sekali lagi,’lalu siapa?’
Beliau menjawab,’Umar bin Khaththab’ kemudian beliau menyebutkan beberapa nama laki-laki.
(HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)
Suami memiliki tempat yang Istimewa di Hati Istrinya
Diriwayatkan oleh Hamnah binti Jahsy r.a., dikatakan kepada (yakni, seusai perang Uhud) bahwa saudaranya terbunuh.
Dia berkata,”Semoga Allah merahmatinya, sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.”
Orang-orangpun mengatakan,”Suamimu terbunuh.” Dia berteriak ‘Duhai suamiku tercinta!’
Rasulullah saw bersabda (yakni, setelah melihat ketegaran atas kematian saudaranya dan kesedihannya atas kematian suaminya), “Sesungguhnya suami memiliki tempat khusus dalam hati istrinya” (yakni, suami memiliki porsi yang besar dan cinta yang istimewa dalam diri istrinya, yang tidak akan didapatkan oleh kerabat dekat atau yang lainnya). (HR Hakim dan Ibnu Majah, dengan sanad shahih)
Dalam sebuah riwayat Ibnu Ishaq disebutkan:
“sesungguhnya suami benar-benar berada pada sebuah tempat agung dihati Istrinya”

Ucapan Salam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh’

Hadits Diriwayatkan oleh A'mran bin Hussaini

Assalamu'alaikum: 10 Pahala
Assalamu'alaikum warahmatullahi: 20 Pahala
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh: 30 Pahala.

Diriwayatkan oleh A'mran bin Hussaini: "Seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. dan berkata, ‘Assalamualaikum’ . Maka Rasulullah (s.a.w.) menjawab salam kemudian dia duduk. Maka Rasulullah berkata 'sepuluh pahala'. Kemudian datang yang lain memberi salam dengan berkata ‘Assalamualaikum warahmatullah’ , lalu Rasulullah jawab salam tadi, dan berkata 'dua puluh pahala'. Kemudian datang yang ketiga terus berkata ‘Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh’. Rasulullah pun menjawab salam tadi dan terus duduk, maka Rasulullah berkata 'tiga puluh pahala'. (Hadist Riwayat Abu Daud & Tirmizi)

Selasa, 17 November 2009

Mensyukuri Nikmat Allah

Hadis dari Ahmad:
: رُوِيَ اَحْمَداَنَّ النَّبِيِّ َصلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلم قَالَ
اِنَّ اَشْكَرَالنَّاسِ لِلّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالى اَشْكُرُهُمْ لِنَّاسِ
(وَفِي رِوَايَتٍ لايَشْكُرُالله َمَنْ لاَيَشْكُرُالنَّاسَ (صححه الترمذيوغير

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya manusia yang paling banyak bersyukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi mereka yang lebih banyak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia dan pada riwayat lain : Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak mau berterima kasih kapada manusia” (Hadis disahihkan Tirmidzi dan lainnya).
Dari hadis ini kita bisa belajar betapa kita harus berterima kasih kepada orang lain seberapa pun pemberian orang lain kepada kita. Kadang kita sering lupa dengan apa yang telah orang lain berikan kepada kita, bahkan kita sering lupa dengan apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Ingat saat kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kita, namun jika kita kufur dengan nikmat Allah maka Allah akan memberikan adzab Nya. padahal adzab Allah sangatlah pedih.
Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur.

Senin, 16 November 2009

Mutiara Hadits

"Siapa yang menolong kesusahan seorang muslim dari 
kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah akan menolongnya dari 
kesusahan-kesusahan 
akhirat. Siapa yang meringankan beban orang yang susah, niscaya Allah akan 
meringankan bebannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang 
muslim, niscaya Allah akan tutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan 
senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba itu suka menolong orang lain." 
(HR. Bukhari) 
 
Ibnu Abbas r.a. berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. 
bersabda, "Andaikata manusia memiliki dua lembah harta, tentu ia menginginkan 
yang ketiga, dan tidak ada yang dapat mengenyangkan perutnya kecuali tanah 
(kematian). Dan Allah akan menerima taubat orang yang mau bertaubat." 
(H.R. 
Bukhari)